TUGAS 3 !
Jelaskan apa yang dimaksud kesejajaran bentuk dan penekanan
kalimat dalam menyusun kalimat efektif, berikan contohnya masing-masing !
JAWAB !
·
Kesejajaran Bentuk
Yang
dimaksud dengan kesejajaran (paralelisme)
dalam kalimat adalah pengunaan bentuk-bentuk bahasa yang yang sama atau
kontruksi bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Kesamaan bentuk yang
dimaksud adalah jika bentuk pertama merupakan nomina, maka kategori kata
yang sederajat juga nomina. Kalau bentuk pertama merupakan verba,
bentuk kedua, ketiga dan seterusnya juga verba. Lebih
mudahnya, jika bentuk pertama merupakan kata yang berawalan meng-, maka kata kedua, ketiga, yang sederajat juga merupakan kata yang berawalan meng-.
Contoh :
“Tahap terakhir penyelesaian rumah itu adalah pengecatan temboknya, memasang
listrik, dan pengaturan tata ruangnya”. ( tidak
efektif )
Coba kita perhatikan penggunaan kata-kata pengecatan…, memasang…, dan pengaturan… Bentuk
katanya adalah nomina, verba dan nomina, susunan kata seperti ini
didalam sebuah kalimat tidak memenuhi kaidah kesejajaran. Agar kesejajaran
bentuk didalam kalimat tersebut terpenuhi, kita dapat memperbaikinya menjadi sebagai
berikut :
“Tahap
terakhir penyelesaian rumah itu adalah pengecatan tembok, pemasangan
listrik, dan pengaturan tata
ruangnya”.
atau sebagai berikut :
“Tahap terakhir penyelesaian rumah
itu adalah mengecat tembok, memasang listrik,
dan mengatur tata ruangnya”.
Kesejajaran bentuk dalam suatu kalimat sangat penting untuk
di perhatikan, karena jika kaidah nya tidak terpenuhi maka kalimat tersebut
menjadi tidak efektif. Dan jika sebuah kalimat tidak memenuhi kaidah kalimat
efektif, maka informasi yang ingin disampaikan oleh penulis kemungkinan besar
tidak akan dapat tersampaikan secara tepat.
·
Penekanan Kalimat
Setiap kalimat
memiliki sebuah ide pokok. Penekanan dilakukan untuk memberikan penjelasan
berkaitan dengan hal yang dirasa penting. Penulis dapat melakukan berbagai cara
untuk memberikan penekanan pada kalimat efektif. Cara-cara yang
dimaksud meliputi posisi dalam kalimat, urutan yang logis, dan
pengulangan/repetisi.
1. Posisi dalam kalimat
Sebuah kalimat dapat
diubah-ubah strukturnya untuk mencapai efek yang diinginkan atau dipentingkan.
Untuk mencapai efek yang diinginkan atau dipentingkan, maka penulis menempatkan
sebuah kata yang penting berada pada awal kalimat.
Contoh :
“Mahasiswa menjawab pertanyaan
dosen penguji”.
Penekanan ini dapat diubah
dengan menjadi kalimat pasif. Berikut adalah contoh kalimat tersebut :
“Pertanyaan dosen penguji dijawab mahasiswa”.
2. Urutan yang
logis
Sebuah
kalimat biasanya memberitakan suatu kejadian atau peristiwa. Kejadian atau
peristiwa yang berurutan hendaknya diperhatikan agar urutannya tergambar dengan
logis. Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis, dengan penataan
urutan yang makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses.
Contoh
:
“Telekomunikasi cepat-vital
dimaksudkan untuk keamanan, mobilitas pembangunan, dan persatuan”.
“Kehidupan anak muda
itu sudah, sulit dan tragis”.
3.
Pengulangan / repetisi
Pengulangan kata (repetisi) dalam kalimat kadang diperlukan untuk
memberikan penegasan pada bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata
yang demikian dianggap dapat membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh :
“Pembangunan merupakan proses yang rumit
dan mempunyai banyak dimensi, bukan
hanya dimensi ekonomi tetapi juga dimensi politik,
dimensi sosial, dan dimensi budaya”.
Berdasarkan kalimat di atas dsapat dilihat bahwa kata dimensi merupakan
kata yang diulang berturut-turut. Oleh karena itu, kata dimensi merupakan kata
yang akan ditekankan oleh penulis. DOWNLOAD DISINI
No comments:
Post a Comment