Sunday, April 15, 2018

Tugas 3 Mata Kuliah Bahasa Indonesia


TUGAS 3 !
Jelaskan apa yang dimaksud kesejajaran bentuk dan penekanan kalimat dalam menyusun kalimat efektif, berikan contohnya masing-masing !
JAWAB !
·      Kesejajaran Bentuk

Yang dimaksud dengan kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah pengunaan bentuk-bentuk bahasa yang yang sama atau kontruksi bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Kesamaan bentuk yang dimaksud adalah jika bentuk pertama merupakan nomina, maka kategori kata yang sederajat juga nomina. Kalau bentuk pertama merupakan verba, bentuk kedua, ketiga dan seterusnya  juga verba. Lebih mudahnya, jika bentuk pertama merupakan kata yang berawalan meng-, maka kata kedua, ketiga, yang sederajat juga merupakan kata yang berawalan meng-.

Contoh :
“Tahap terakhir penyelesaian rumah itu adalah pengecatan temboknya, memasang listrik, dan pengaturan tata ruangnya”. ( tidak efektif )

Coba kita perhatikan penggunaan kata-kata pengecatan…, memasang…, dan pengaturan… Bentuk katanya adalah nomina, verba dan nomina, susunan kata seperti ini didalam sebuah kalimat tidak memenuhi kaidah kesejajaran. Agar kesejajaran bentuk didalam kalimat tersebut terpenuhi, kita dapat memperbaikinya menjadi sebagai berikut :
“Tahap terakhir penyelesaian rumah itu adalah pengecatan tembok, pemasangan listrik, dan pengaturan tata ruangnya”.
atau sebagai berikut :

“Tahap terakhir penyelesaian rumah itu adalah mengecat tembok, memasang listrik, dan mengatur tata ruangnya”.
Kesejajaran bentuk dalam suatu kalimat sangat penting untuk di perhatikan, karena jika kaidah nya tidak terpenuhi maka kalimat tersebut menjadi tidak efektif. Dan jika sebuah kalimat tidak memenuhi kaidah kalimat efektif, maka informasi yang ingin disampaikan oleh penulis kemungkinan besar tidak akan dapat tersampaikan secara tepat.

·      Penekanan Kalimat

Setiap kalimat memiliki sebuah ide pokok. Penekanan dilakukan untuk memberikan penjelasan berkaitan dengan hal yang dirasa penting. Penulis dapat melakukan berbagai cara untuk memberikan  penekanan pada kalimat efektif. Cara-cara yang dimaksud meliputi posisi dalam kalimat, urutan yang logis, dan pengulangan/repetisi.
1.   Posisi dalam kalimat
Sebuah kalimat dapat diubah-ubah strukturnya untuk mencapai efek yang diinginkan atau dipentingkan. Untuk mencapai efek yang diinginkan atau dipentingkan, maka penulis menempatkan sebuah kata yang penting berada pada awal kalimat.
Contoh :
“Mahasiswa menjawab pertanyaan dosen penguji”.
Penekanan ini dapat diubah dengan menjadi kalimat pasif. Berikut adalah contoh kalimat tersebut :
“Pertanyaan dosen penguji dijawab mahasiswa”.
2.    Urutan yang logis
Sebuah kalimat biasanya memberitakan suatu kejadian atau peristiwa. Kejadian atau peristiwa yang berurutan hendaknya diperhatikan agar urutannya tergambar dengan logis. Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis, dengan penataan urutan yang makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses.
Contoh :
“Telekomunikasi cepat-vital dimaksudkan untuk keamanan, mobilitas pembangunan, dan persatuan”.
 “Kehidupan anak muda itu sudah, sulit dan tragis”.
3.    Pengulangan / repetisi
Pengulangan kata (repetisi) dalam kalimat kadang diperlukan untuk memberikan penegasan pada bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata yang demikian dianggap dapat membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas.



Contoh :
“Pembangunan merupakan proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi,  bukan hanya  dimensi  ekonomi tetapi juga dimensi  politik, dimensi sosial,  dan dimensi budaya”.
Berdasarkan kalimat di atas dsapat dilihat bahwa kata dimensi merupakan kata yang diulang berturut-turut. Oleh karena itu, kata dimensi merupakan kata yang akan ditekankan oleh penulis. DOWNLOAD DISINI

No comments:

Post a Comment

Cara Instal Printer Canon ip2770

Cara Instal Printer Canon ip2770 dengan Mudah Cara instal printer canon tidak sulit, pertama kita siapkan master program atau drivernya. ...